- -

Hindari Diri Terbuai Aksesori Kehidupan

06 August 2017
dunia-2.jpg

Kata aksesori mengacu pada pengertian "melengkapi". Semisalnya, pria mengenakan dasi yang serasi dengan warna jasnya,untuk mendukung penampilannya. Agar tampak elegan dan keren. Sementara wanita menggunakan syal, tas branded, kalung berlian dan seterusnya agar tampil lebih anggun dan cantik. Akan tetapi terlepas dari semua yang berhubungan dengan aksesori atau sering juga disebutkan sebagai aksesoris yang utama dan pertama tama menjadi perhatian adalah diri kita sendiri. 


Kalau tampang kusut, rambut awut awutan ,belum lagi mungkin sudah seminggu nggak mandi.Maka walaupun pakai parfum mahal dan tubuh bagaikan toko berjalan,tidak akan membantu penampilan.Kedengarannya lucu,tapi kita dapat menyaksikan hal ini ada dimana mana.


Di Bagian Lain Kehidupan


Begitu juga dibagian lain kehidupan terdapat beraneka ragam "aksesori hidup", misalnya popularitas dalam komunitas. Keterampilan di berbagai bidang sehingga dikagumi dan disanjung orang dimana-mana. Selama dalam konteks hal hal yang positif tentu saja patut disyukuri.Karena tidak banyak orang yang dapat mencapai hingga ke taraf hidup seperti itu.


Banyak orang yang tenggelam dalam kesibukan mengais rejeki ,demi untuk menghidupi diri sendiri,maupun keluarga,sehingga tidak sempat memikirkan hal hal tersebut. Sehingga jangankan disanjung orang dikenalpun tidak. Karena dalam hidupnya sama sekali tidak pernah berbuat sesuatu yang dapat membuat orang kagum dan tertarik pada apa yang dilakukannya. 


Seperti orang mengenakan kacamata kuda yang ada dalam pikiran tipe orang seperti ini adalah " Yang penting saya bisa menghidupkan keluarga saya. Urusan lain bukan urusan saya." 


Sebuah cara hidup yang tentunya tidak patut ditiru, karena hidup seseorang baru ada artinya bila dalam hidupnya ,mampu berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.


Hindari Terjerat Oleh Popularitas Diri


Namun disisi lain,hal yang tidak kurang berbahayanya adalah bilamana saking terobsesi oleh pujian dan sanjungan  atau popularitas dibidang apapun,sehingga orang menjadikan "aksesori hidup"ini menjadi yang utama dan pertama tama dalam hidupnya.Akibatnya kepentingan keluarga dan keharmonisan dalam rumah tangga menempati urutan kedua ataupun ketiga dalam prioritasnya.


Padahal apalah artinya popularitas diluar sana,dipuji dan dipuja orang banyak,akan tetapi anggota keluarga tidak mendapatkan perhatian sebagaimana layaknya. Karena itu tidak mengherankan,bilamana sejak dulu dan hingga kini,banyak bintang bintang selebriti dibidang apapun,yang tiba tiba rumah tangganya menjadi brantakan. Akibat lupa diri dan mabuk oleh  kebahagiaan semu,yang diciptakan oleh popularitas diri.


Orang bisa mabuk bukan hanya karena minum alkohol, tapi tidak kurang bahayanya adalah mabuk sanjungan. Apapun penyebabnya yang namanya mabuk itu membuat orang tidak sadar diri. Tidak dapat lagi berpikiran jernih,sehingga melakukan hal hal yang sesungguhnya tidak patut dilakukan.


Keluarga Adalah yang Pertama


Urutan prioritas utama dalam kehidupan kita,adalah keluarga ,bukan aksesori hidup. Hidup adalah proses pembelajaran diri tanpa akhir dan bersifat universal. Lintas suku, gender dan usia. Belajar dari kesuksesan orang lain, tetapi  jangan lupa belajar juga dari kegagalan agar kita jangan sampai membayar uang sekolah yang teramat mahal.


Hidup seimbang bermakna mendahulukan mana yang wajib, baru menekuni  mana yang disukai. Jangan sampai terjadi sebaliknya, sehingga meninggalkan tugas dan kewajiban hanya untuk mencapai kepuasan diri  secara semu. Karena apapun yang berjalan secara tidak seimbang akan terguling dan roboh. Ibarat sebuah kendaraan yang berlari kencang padahal salah satu bannya kempes.


Ada begitu banyak contoh yang dapat  dijadikan pelajaran hidup, bahwa apapun yang tidak seimbang, tidak akan  mampu bertahan lama. Untuk kemudian tumbang dan hancur. Semoga kita  mampu secara arif memaknai arti dari sebuah popularitas diri.


Tulisan ini tidak bermaksud menggurui siapapun. Hanya merupakan bagian dari mengaplikasikan hidup saling berbagi. Berbagi tidak harus dalam bentuk materi, tapi bisa juga dalam bentuk berbagi pengalaman hidup. Yang mungkin ada manfaatnya bagi orang banyak,bahwa hidup itu terlalu berharga untuk dipertaruhkan hanya demi untuk sepotong kebanggaan semu.

Tjiptadinata Effendi


Sumber : http://www.kompasiana.com/tjiptadinataeffendi21may43/598660bc76698f0bc54ab082/hindari-diri-terbuai-aksesori-kehidupan

Alamat Kantor

SINERGI97 CONSULTING
PT. SINERGI SEMBILAN TUJUH CONSULTING
Pepelegi Indah, Jl. Argopuro No. 12 Waru – Sidoarjo 61256 – Jawa Timur

Kontak

Telepon 0813 5777 5400
0817 9449 051
Lainnya Email : info@sinergi97.com Facebook : sinergi97 Twitter : sinergi97 Instagram : sinergi97